Rabu, 08 April 2015

PUNAHNYA BURUNG SRI GUNTING DI KABUPATEN SUMENEP



PUNAHNYA BURUNG SRI GUNTING DI KABUPATEN SUMENEP
Burung sri gunting merupakan salah satu burung yang indah yang berada di madura hususnya kabupaten sumenep. Dulu sektar tahun 1980-an di kabupaten Sumenep Madura Burung Srigunting (mano' teng-ghuntengan) sangat ngetren dan banyak diburu sebagai burung kicau peliharaan.  Burung dengan warna bulu hitamnya yang pekat dengan ciri khusus yaitu memiliki sepasang bulu ekor panjang layaknya ‘gunting’ ini menjadikan burung ini unik sekaligus memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap yang melihatnya.
Tapi sejak tahun 1990-an burung srigunting sudah jarang ditemui di kabupaten Sumenep atau kemungkinan burung itu sudah punah, atau migrasi ketempat lain. Burung ini biasanya sering terlihat berada di pepohonan dekat sawah atau di punggung sapi yang di gembala dipadang rumput layaknya burung jalak.
Burung ini biasanya bersarang di pepohonan yang tinggi. Akan tetapi, faktanya burung sri gunting ini sangat sulit dijumpai karena habitatnya terganggu. Misalnya dirumah saya kecamatan pragaan desa Aeng panas, disana hanya terdapat kurang lebih dua pasang burung sri gunting. Hal ini sangat memperihahtinkan sekali, tangan –tangan manusi ayang tidak bertanggung jawab telah mencemari habitat asli dari burung ini.
Penyebabnya mungkin karena tidak seimbangnya ekosistem pada lingkungan tersebut sehingga tidak sesuai dengan habitat burung sri gunting itu sendiri. Dari ketidak seimbangan itu masalah yang muncul yaitu predator yang memakan burung sri gunting akan lebih banyak dan  akan menyebabkan kepunahan pada burung tersebut. Selain ekosistem yang tidak seimbang faktor lainnya yaitu kebakaran hutan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja, dampak dari kebakaran tersebut  burung tidak dapat  mendapatkan makanannya sehingga kemungkinan besar burung akan mencari tempat lain untuk mencari makan serta demi kelangsungan hidupnya.
Berikut beberapa penyebab punahnya burung sri gunting di sumenep:
1.   Perburuan
Burung yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, selain bulunya yang hitam pekat dan ekornya yang berbentuk gunting burung ini juga memiliki kicauan yang merdu, sehingga memikat hati manusia untuk berburu burung ini.
2.   Penebangan hutan
Pohon-pohon yang tinggi dan besar merupakan tempat tinggal dan bersarang burung ini. Akan tetapi, pada saat ini banyak pohon-pohon ditebang untuk pembuatan bangunan dan pembuatan jalan-jalan raya baru atau pelebaran jalan.
Sehingga burung ini tidak memiliki tempat tinggal lagi dan akibatnya burung ini mengalami kepunahan atau bermigrasi ketempat yang masih alami dan  belum terjamah oleh tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.
Akan tetapi pemerintah belum menyadari akan hal penting ini. Tidak ada respon dari pemerintah untuk membudidayakan burung ini sehingga burung ini nantinya akan bener-benar menaglami kepunahan.
Dengan begitu sebagai khoifah dibumi yang diciptkan oleh Allah, kita harus mencari solusi agar burung  sri gunting ini tidak menaglami kepunahan.  Solusinya, Mengembalikan keseimbangan ekosistem seperti semula yang sesuai dengan habitat dari burung sri gunting.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan, diantaranya yaitu:
1.      Reboisasai
Reboisasi merupakan cara yang amat mudah, akan tetapi sedikit yang melakukannya. Denagn cara reboisasi kita dapat memulihkan kembali habitat dari burung ini, sehingga kepunahan tidak akan terjadi.
Di kecamatan pragaan khususnya, semua warganya sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai mebeler. Yaitu membuat lemari dan alat-alat rumah tangga yang menggunakan bahan baku kayu, lambat laun hutan kayu di kecamatan pragaan akan mengalami kegundulan dan akan berdampak pada kerusakan lam yang lain.
Akan tetapi hal itu tidak akanterjadi, apabila diadakan reboisasi. Misalnya diberlakukan aturan bahwa setiap penebangan harus menanam sesuai jumlah yang ditebang. Dengan begitu kegundulanhutan tidak akan terjadi dan habitat dari hewn-hewan akan tetap terjaga.
2.      Sosialisasi
Sosialisasi akan pentingnya menjaga alam . agar tidak ada tangan-tangan yang berani berburu hewan tersebut dan apabila terjadi kepunahan maka bukan alam saja yang merasakannya, kitapun akan merasakannya.

Tulisan ini memang tidak berdasarkan data observasi ilmiah yang dimiliki oleh badan lingkungan hidup atau LSM-LSM Pemerhati lingkungan hidup dan satwa. Tapi tulisan ini didasarkan kepada pengalaman penulis yang memang sudah tidak menemukan habitat burung srigunting di sumenep atau dipasar burung di Sumenep.........................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar